Menengah
Juli 25, 2026
Artikel

Halo para pejuang digital! Sebagai ahli developer website, saya seringkali menemukan kebutuhan untuk memisahkan konten atau proyek tanpa harus membeli domain baru. Nah, salah satu solusi elegan dan powerful adalah dengan memanfaatkan subdomain. Bayangkan, Anda bisa memiliki blog terpisah di blog.domain.com tanpa mengganggu situs utama Anda di domain.com. Keren, kan? Dalam artikel ini, kita akan bedah tuntas bagaimana cara membuat subdomain, dan yang lebih seru lagi, menginstal WordPress terpisah di dalamnya!

Apa Itu Subdomain dan Mengapa Anda Membutuhkannya?

Sebelum melangkah lebih jauh, mari kita pahami dulu apa itu subdomain. Sederhananya, subdomain adalah bagian dari domain utama Anda yang berfungsi sebagai domain kedua atau ekstensi dari domain utama. Contohnya, jika domain utama Anda adalah contoh.com, maka blog.contoh.com, shop.contoh.com, atau dev.contoh.com adalah subdomain.

Mengapa Anda membutuhkannya?

  • Memisahkan Konten/Proyek: Punya blog khusus, forum diskusi, toko online, atau bahkan situs untuk testing proyek baru? Subdomain memungkinkan Anda memisahkannya secara rapi tanpa perlu domain baru.
  • Manajemen Lebih Mudah: Anda bisa menginstal CMS (Content Management System) yang berbeda, seperti WordPress, di setiap subdomain tanpa mengganggu instalasi di domain utama.
  • Branding dan SEO: Subdomain tetap terkait dengan domain utama Anda, yang bisa membantu dalam aspek branding. Dari sisi SEO, Google memperlakukan subdomain sebagai entitas terpisah namun tetap terkait dengan domain induknya.
  • Efisiensi Biaya: Hemat uang karena Anda tidak perlu mendaftar domain baru untuk setiap proyek atau bagian situs yang berbeda.

Persiapan Sebelum Memulai

Untuk tutorial ini, Anda memerlukan beberapa hal:

  • Domain Utama yang Aktif: Tentu saja, Anda harus sudah memiliki domain utama (misalnya, domainanda.com) yang sudah terdaftar dan mengarah ke hosting Anda.
  • Akses cPanel Hosting: Mayoritas penyedia hosting menggunakan cPanel sebagai panel kontrol. Ini akan menjadi pusat operasi kita. Pastikan Anda punya username dan password untuk login.
  • Koneksi Internet: Ini wajib, ya!

Oke, sudah siap? Mari kita mulai petualangan kita!

Langkah 1: Membuat Subdomain di cPanel

Langkah pertama yang paling krusial adalah membuat subdomain itu sendiri. Kita akan menggunakan cPanel yang merupakan antarmuka paling umum.

Masuk ke cPanel Anda

  1. Buka browser Anda dan ketikkan alamat cPanel Anda (biasanya domainanda.com/cpanel atau cpanel.domainanda.com).
  2. Masukkan Username dan Password cPanel Anda.

Navigasi ke Bagian Subdomains

  1. Setelah berhasil login, cari bagian yang bernama "Domains" atau "Subdomains". Klik opsi "Subdomains".
  2. Anda akan melihat halaman untuk membuat subdomain baru.

Isi Detail Subdomain

  1. Pada kolom "Subdomain", ketik nama subdomain yang Anda inginkan. Misalnya, jika Anda ingin blog di blog.domainanda.com, cukup ketik blog.
  2. Pada kolom "Domain", pastikan domain utama Anda sudah terpilih dengan benar jika Anda memiliki beberapa domain.
  3. Kolom "Document Root" akan terisi secara otomatis (misalnya, public_html/blog). Ini adalah folder di server hosting Anda tempat semua file subdomain ini akan disimpan. Pastikan Anda mencatat lokasi ini karena kita akan menggunakannya nanti.
  4. Klik tombol "Create".

Selamat! Subdomain Anda kini sudah berhasil dibuat. Proses ini biasanya instan, namun terkadang bisa memakan waktu beberapa menit untuk propagasi DNS.

Langkah 2: Menyiapkan Database MySQL untuk WordPress

WordPress memerlukan database untuk menyimpan semua konten Anda (postingan, komentar, pengaturan, dll.). Jadi, kita perlu membuat database dan user baru untuk instalasi WordPress di subdomain ini.

Navigasi ke MySQL Databases

  1. Kembali ke halaman utama cPanel Anda.
  2. Cari bagian "Databases" dan klik "MySQL Databases".

Membuat Database Baru

  1. Pada bagian "Create New Database", masukkan nama untuk database Anda (misalnya, blogwpdb). Hindari nama generik seperti wordpress untuk keamanan.
  2. Klik "Create Database".
  3. Setelah database berhasil dibuat, klik "Go Back".

Membuat User Database Baru

  1. Scroll ke bawah ke bagian "MySQL Users" dan klik "Add New User".
  2. Masukkan Username (misalnya, blogwpuser) dan buat Password yang kuat. Anda bisa menggunakan tombol "Password Generator" untuk membuat password yang aman. CATAT BAIK-BAIK NAMA DATABASE, USERNAME, DAN PASSWORD INI! Anda akan membutuhkannya untuk instalasi WordPress.
  3. Klik "Create User".
  4. Klik "Go Back".

Menambahkan User ke Database

  1. Scroll ke bawah ke bagian "Add User To Database".
  2. Pilih user yang baru Anda buat dari dropdown "User".
  3. Pilih database yang baru Anda buat dari dropdown "Database".
  4. Klik tombol "Add".
  5. Pada halaman berikutnya, centang kotak "ALL PRIVILEGES".
  6. Klik "Make Changes".

Sekarang database dan user untuk WordPress sudah siap!

Langkah 3: Mengunggah File WordPress ke Subdomain

Saatnya membawa file WordPress ke "rumah" barunya di subdomain Anda.

Unduh WordPress

  1. Kunjungi situs resmi WordPress Indonesia di id.wordpress.org.
  2. Klik tombol "Dapatkan WordPress" atau "Unduh WordPress" untuk mendapatkan file ZIP versi terbaru.

Akses File Manager cPanel

  1. Kembali ke halaman utama cPanel Anda.
  2. Cari bagian "Files" dan klik "File Manager".

Navigasi ke Folder Subdomain Anda

  1. Di File Manager, Anda akan melihat struktur folder. Navigasikan ke folder public_html.
  2. Di dalam public_html, Anda akan menemukan folder dengan nama subdomain Anda (misalnya, blog). Klik dua kali untuk masuk ke dalamnya. Pastikan folder ini masih kosong.

Unggah File WordPress

  1. Klik tombol "Upload" di bagian atas File Manager.
  2. Pada halaman upload, klik "Select File" dan pilih file ZIP WordPress yang baru saja Anda unduh.
  3. Tunggu hingga proses upload selesai (progress bar akan menunjukkan 100% dan berubah menjadi hijau).
  4. Klik "Go Back to "..." untuk kembali ke folder subdomain.

Ekstrak File WordPress

  1. Anda akan melihat file ZIP WordPress (misalnya, wordpress-6.x.x-id_ID.zip) di dalam folder subdomain Anda.
  2. Klik kanan pada file ZIP tersebut, lalu pilih "Extract".
  3. Pada jendela pop-up, pastikan jalur ekstraksi adalah folder subdomain Anda (misalnya, /public_html/blog).
  4. Klik "Extract Files".
  5. Setelah selesai, klik "Close".

Memindahkan File (Opsional tapi Penting!)

Setelah diekstrak, semua file WordPress akan berada di dalam subfolder bernama wordpress (misalnya, /public_html/blog/wordpress/). Agar situs Anda bisa diakses langsung dari blog.domainanda.com tanpa perlu mengetik blog.domainanda.com/wordpress, kita perlu memindahkan isinya:

  1. Masuk ke folder wordpress (klik dua kali).
  2. Pilih semua file dan folder di dalamnya (Anda bisa menggunakan tombol "Select All" di bagian atas).
  3. Klik tombol "Move" di bagian atas.
  4. Pada jendela pop-up, ubah path dari /public_html/blog/wordpress menjadi /public_html/blog.
  5. Klik "Move Files".

Sekarang semua file WordPress sudah berada di root folder subdomain Anda. Anda bisa menghapus folder wordpress yang kosong dan file ZIP WordPress untuk menjaga kebersihan server.

Langkah 4: Menjalankan Instalasi WordPress

Ini dia bagian yang paling seru! Proses instalasi yang mudah ala WordPress.

Akses Subdomain Anda

  1. Buka browser baru dan ketik alamat subdomain Anda (misalnya, blog.domainanda.com).
  2. Anda akan langsung diarahkan ke halaman konfigurasi WordPress.

Mulai Instalasi

  1. Pilih bahasa yang Anda inginkan (misalnya, "Bahasa Indonesia") lalu klik "Lanjutkan".
  2. Anda akan melihat halaman selamat datang yang menjelaskan informasi apa saja yang dibutuhkan. Klik "Ayo!".
  3. Masukkan detail database yang sudah Anda catat di Langkah 2:
    • Nama Basis Data: (misalnya, nama_blogwpdb)
    • Nama Pengguna: (misalnya, nama_blogwpuser)
    • Kata Sandi: (kata sandi yang Anda buat)
    • Host Basis Data: Biasanya localhost. Biarkan saja.
    • Prefix Tabel: Biarkan saja wp_ atau ubah ke sesuatu yang unik (misalnya, blogwp_) untuk keamanan tambahan.
  4. Klik "Kirim".
  5. Jika semua informasi benar, Anda akan melihat pesan "Hebat! WordPress sekarang dapat berkomunikasi dengan basis data Anda." Klik "Jalankan instalasi".

Konfigurasi Situs

  1. Isi informasi situs Anda:
    • Judul Situs: Nama blog atau situs Anda.
    • Nama Pengguna: Ini adalah username untuk login ke dashboard WordPress Anda. JANGAN gunakan "admin" untuk alasan keamanan! Buat nama pengguna yang unik.
    • Kata Sandi: Buat kata sandi yang kuat atau gunakan yang disarankan oleh WordPress. CATAT BAIK-BAIK USERNAME DAN PASSWORD INI!
    • Email Anda: Alamat email admin.
    • Visibilitas Mesin Pencari: Centang "Cegah mesin pencari mengindeks situs ini" jika ini adalah situs percobaan atau Anda belum siap untuk online. Anda bisa mengubahnya nanti.
  2. Klik "Instal WordPress".

Voila! WordPress Anda kini sudah terinstal di subdomain. Anda akan melihat pesan sukses dan tombol "Log Masuk". Klik itu dan masukkan username serta password yang baru Anda buat untuk masuk ke dashboard WordPress Anda.

Tips Setelah Instalasi Berhasil

Selamat, Anda kini memiliki instalasi WordPress terpisah di subdomain! Beberapa hal yang bisa Anda lakukan selanjutnya:

  • Jelajahi Dashboard: Kenali antarmuka WordPress.
  • Pilih Tema: Ubah tampilan situs Anda dengan memilih tema yang menarik (Tampilan > Tema).
  • Instal Plugin Penting: Pasang plugin untuk keamanan (misalnya, Wordfence), SEO (misalnya, Yoast SEO atau Rank Math), backup, caching, dan lainnya (Plugin > Tambah Baru).
  • Buat Konten Pertama Anda: Mulai tulis postingan blog pertama Anda!
  • Optimasi Keamanan: Pastikan Anda menggunakan SSL/HTTPS untuk subdomain Anda, perbarui WordPress secara berkala, dan gunakan password yang kuat.

Untuk memudahkan pengelolaan website Anda, dari monitoring SEO, performa, hingga keamanan, jangan lupa cek PintarApp Tools. Dengan fitur-fitur canggihnya, mengelola banyak website, termasuk subdomain yang baru Anda buat ini, jadi jauh lebih efisien, terintegrasi, dan tentunya lebih pintar!

Kesimpulan

Membuat subdomain dan menginstal WordPress terpisah di dalamnya adalah skill yang sangat berharga bagi siapa pun yang serius dalam dunia pengembangan web atau blogging. Ini membuka banyak pintu untuk eksperimen, segregasi konten, dan pengelolaan proyek yang lebih terstruktur tanpa perlu mengeluarkan biaya lebih untuk domain baru.

Meskipun terlihat banyak langkah, sebenarnya prosesnya cukup lugas dan repetitif. Dengan panduan ini, Anda pasti bisa melakukannya sendiri. Selamat membangun website keren Anda di subdomain!


Jelajahi Ekosistem PintarApp

Tag

Bikin Subdomain Keren & WordPress Terpisah: Panduan Lengkap untuk Blogger & Developer! ditayangkan di pintarapp. Ditulis oleh PintarApp.

Star Bookmark